Diawali pada hari Rabu tanggal 25 Januari 2011, pada pagi itu cuaca amat cerah dan udara amat sejuk masuk ke hidung. Aku akan berangkat kerja seperti biasanya, sebelum berangkat aku bertanya kepada istriku.
Aku : "Bun... ada uang gak, untuk ngisi minyak motor ayah yang udah hampir habis"
Istri Ku : "Ini ada yah, tapi gak banyak cuma ada Rp.29.000,- rupiah"
Aku : "Ayah pinta 12.000 ribu ya, untuk isi minyak 2 liter aja. minyak ayah udah nipis, mungkin pulang kerjananti gak cukup lagi kalau gak di isi"
Istri Ku : "Iya lah yah, kita bagi dua, ayah 12.000 dan bunda 17.000, ini yah"
Setelah itu, aku bergegas pergi karena jam sudah menunjukan pukul 7.00 pagi. Sesampai di termpat kerja,
aku seperti biasa bekerja menyelesaikan tugas-tugasku, yang telah menunggu. Terlena dengan pekerjaan, kulihat jam ternya gak kerasa sudah menunjukkan pukul 12.05 siang, pantas saja penghuni tubuhku memangil-mangil dengan suara yang khasnya (kruoo...kk..2x).
aku seperti biasa bekerja menyelesaikan tugas-tugasku, yang telah menunggu. Terlena dengan pekerjaan, kulihat jam ternya gak kerasa sudah menunjukkan pukul 12.05 siang, pantas saja penghuni tubuhku memangil-mangil dengan suara yang khasnya (kruoo...kk..2x).
Alhamdulillah, aku tidak jadi pulang ke rumah untuk istirahat siang. ada temen kantor yang bandarin makan siang, dengan ikhlas beliau memberi uang kepada kami untuk membeli nasi bungkus. kebetulan siang itu kami cuma ber 4 di kantor rekan-rekan yang lain udah pulang kerumah merka masing-masing untuk istirahat siang.
Jikalau gak ada seseorang yang berbaik hati untuk bandarin kami makan, mungkin aku sudah pulang kerumah. karna aku cuma mempunyai uang 12.000 itu pun persiapan untuk mengisi minyak pulang nanti. jadi gak bisa jajan di luar kerna tidak punya uang lebih.
Untuk sementara ini uang ku aman, dan hari pun sudah menunjukkan sore. sudah mendekati waktu pulang kerja. Sambil mengunngu BEL pulang berbunyi, aku pun terus bekerja menyiapkan tugas-tugasku yang diberikan oleh atasan.
Treeet.....t.., akhirnya Bel pulang pun berbunyi kulihat jam menunjukan pukul 16.00 wib. Aku pun membereskan meja kerjaku dan peralatan kerja, sambil menenteng tas Laptop kesayangan ku. Aku menuju ke motor untuk pulang, dan dalam pikiranku berkata :
"jangan lupa mampir dulu di kios minyak bensin, aku mau ngisi motor. kalau tidak aku isi maka aku tidak akan sampai di rumah" untuk mengingatkan.
Kerna memang keadaan minyak motor tinggal sedikit sekali, entah sampai rumah entah engak jika tidak aku isi.
Tetapi diperjalanan aku melihat ada Seorang Pemulung yang paruh baya, dengan kondisi yang menyedihkan, baju yang mungkin satu minggu tidak dicuci, celana yang sedikit rombeng dengan berbercak hitam dan membawa beberapa plastik (kantong asoi) ada yang wana putih dan ada juga yang berwana hitam. Kelihatannya berisi gelas aqua bekas ataupun bekas gelas "teh gelas" (bukan promosi).
Hatiku pun ter ketuk melihat lelaki paruh baya itu (pemulung), kemudian kuberhentikan laju motorku yang kecepatannya lebih kurnag 30 s/d 40 km/jam. Tanpa basa basi, akupun mengambil uang yang ada disaku baju, yang telah kupersiapkan untuk membeli minyak motor 2 liter. Kemudian kuberikan uang itu kepada Pemulung tersebut.
Alhirnya sampai juga aku di rumah, tanpa menambah minyak motor lagi. kemudian ku bergegas membuka jok motor untuk memastikan penasaranku tadi selama diperjalanan. eh tenyata emang sudah amat res, untung saja bisa sampai.
BERSAMBUNG KE (bag. II lihat klik disini)
Tanam Satu, Menghasilkan Seribu (kisah nyata) Bag. II
hari udah siang jadi akan kulanjutkan besok lagi ya........
Hatiku pun ter ketuk melihat lelaki paruh baya itu (pemulung), kemudian kuberhentikan laju motorku yang kecepatannya lebih kurnag 30 s/d 40 km/jam. Tanpa basa basi, akupun mengambil uang yang ada disaku baju, yang telah kupersiapkan untuk membeli minyak motor 2 liter. Kemudian kuberikan uang itu kepada Pemulung tersebut.
"ini pak....!" kataku
"ini untuk apa..." lelaki pemulung itu bertanya pada ku
"uang ini untuk bapak..." aku sambil menyodorkan uang yang ada di tanganku kepada lelaki tersebut
"terima kasih ya...." kata pemulung ituKuhidupkan motor dan kulanjutkan perjalanan pulang menuju kerumah, di atas motor yang melaju dengan kecepatn sedang. akupun bertanya-tanya dalam batinku, "bagaimana kau mengisi minyak, sedangkan uangku telah ku berikan kepada pemulung tadi" terus saja aku berjalan dan semua kios minyak telah ku lewati. "Ah, mudah-mudahan sisa minyak dalam motor ini cukup, dan bisa sampai di rumah, paling kalau mogok, mau tak mau minyak campur (campur dorong) he he" dalam hati, aku menghibur diri sendidiri, magil sulek gak mungkin.
Alhirnya sampai juga aku di rumah, tanpa menambah minyak motor lagi. kemudian ku bergegas membuka jok motor untuk memastikan penasaranku tadi selama diperjalanan. eh tenyata emang sudah amat res, untung saja bisa sampai.
BERSAMBUNG KE (bag. II lihat klik disini)
Tanam Satu, Menghasilkan Seribu (kisah nyata) Bag. II
hari udah siang jadi akan kulanjutkan besok lagi ya........

No comments:
Post a Comment