Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal (Sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Investasi).
Kebanyakan dari kita sih begitu mendengar Investai PLUS Asuransi, tanpa berfikir panjang kemampuan Finansial kita, baik penghasilan Suami ataupun penghasilan Istri. Begitu kita ditawarin untuk masuk dan bergabung, langsung aja kita ikut.
Inisih menceritakan pengalaman Saya sendiri. Kebetulan ada kenalan temen yang juga agen Asuransi plus Investai jangka pangjang yang menawarkan Asuransi tipe "Investasi Pendidikan Anak", dengan dijelaskan secara gamblang masalah keuntungan dan manfaatnya, eh langsung saja Saya tertarik dan bergabung.
Engak tanggung-tanggung langsung saja saya bergabung 2 (dua) anak sekaligus. Emang baik sih dan juga bermanfaat untuk pembiayaan pendidikan anak dimasa yang akan datang. Saya berharap Investasi yang berbadan Asuransi ini dapat membantu saya dalam keuangan Pendidikan Anak-anak saya kelak.
Selanjutnya.....
Selanjutnya.....
Dengan berjalanya waktu, dan saya pun mengeluarkan Premi Angsuran Wajib per 6 (enam) bulan. Program angsuran yang saya ambil emang yang 6 (enam) bulan sekali penyetoran premi wajibnya. Sayapun mengeluarakan dana sebesar lebih kurang Rp. 4.500.000/enam bulan. Dengan penghasilan saya lebih kurang Rp. 4.600.000/bulan, sedangkan istri saya Istri Rumah Tangga (IRT). Saya dan istri berharap Insvestasi Pendidikan ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang kami harapkan. Tanpa kami bayangkan dan kami perhitungakan dengan matang, dengan penghasilan yang pas-pasan.
Setelah berjalan lebih kurang 2 (dua) tahun dengan telah mengangsur 3 (tiga) kali untuk satu anak, berarti kalau 2 (dua) anak kami telah mengangsur sebanyak 6 (enam kali). Waktu pun terus berjalan, dan tibalah di waktu jatuh tempo pengangsuran yang ke 4 (empat). Karena berbagi hal yang telah kami hadapi dan kami pun mengalami kesulitan ekonomi rumah tangga, dengan banyak keperluan yang sebelumnya tak terbayangkan telah menerpa kami, kamipun mengalami kendala untuk dapat melanjutkan Angsuran Premi Wajib Investasi Pendidikan Anak. Setelah hitung-hitung income kami perbulan tidak cukup dan tidak dapat untuk menyisihkan biaya angsuran investasi yang telah kami ikuti.
Kesepakatan Saya dan istri, mau tak mau akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri/ keluar dari program investasi ini. Selanjutnya saya pun menghubungi agen yang merekrut untuk mengikuti program ini, dan mengutrakan maksud saya. Beliau (agen)pun memproses pengunduran diri kami dari program Investasi tersebut. Saya amat terkejut dan kecewa setelah dana yang dikembalikan kepada kami hanya lebih kurang 45% saja dari jumlah yang kami setor sebanyak 6 (enam) kali.
Kesimpulan saya :
"Program Investasi berbadan Asruansi seperti ini emang amat bagus dan baik untuk jangka panjang pendidikan anak-anak kita. Tetapi sebelum kita mengikuti program ini, ada baiknya kita mengkaji penghasilan serta kemampuan finansial keluarga. Jika kita hanya mempunyai kemampuan pas-pasan, sepertihalnya Saya pribadi, sebaiknya carilah Investasi yang tidak menggangu biaya kebutuhan hidup keluarga kita. Dalam sebutan kerenya "Jangan Memaksa, Periksa Kemampuan""
Contoh : misalkan investasi penyimpanan Emas atau menabung.
* semoga bermanfaat *
wassalam...!

No comments:
Post a Comment