![]() |
| inspirasi kaskus.co.id |
National
Digital Research Centre di Dublin, Irlandia mendefinisikan financial technology
atau fintech sebagai:
“innovation in financial services” atau “inovasi dalam layanan keuangan”. Definisi
tersebut memiliki pengertian yang sangat luas, perusahaan fintech dapat
menyasar
segment perusahaan (B2B) maupun ritel (B2C).
segment perusahaan (B2B) maupun ritel (B2C).
FinTech memiliki banyak jenis, antara lain startup pembayaran, peminjaman
(lending), perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan
(crowdfunding), remitansi, dan riset keuangan.
Bisnis e-commerce dan fintech di Indonesia menjadi
dua sektor digital yang paling banyak mendapatkan suntikan dana dari investor
sepanjang tahun 2016. Tetapi untuk tahun 2017 nanti, fintech diprediksi akan
jadi sektor terpopuler mengalahkan e-commerce.
Prediksi ini dirilis oleh blog teknologi DailySocial
berdasarkan laporan terbaru mereka, "Indonesia's Tech Startup Report
2016."
DailySocial berpendapat investor mulai melirik industri
fintech karena ekosistemnya terus meningkat sejak berdirinya Asosiasi Fintech
Indonesia di tahun 2015. Ditambah, pemerintah kini mulai turun tangan mendukung
dan menjaga ekosistem industri satu ini.
Editor in Chief DailySocial, Amir Karimuddin, memaparkan
hasil riset Asosiasi Fintech Indonesia yang menyatakan bahwa pertumbuhan pemain
fintech yang terdeteksi selama dua tahun terakhir mencapai 78 persen.
Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan periode 2013 dan
2014 yang hanya tumbuh 9 persen dibandingkan 2011 dan 2012.
"Sekarang ada sekitar 140 pemain startup fintech
tercatat di akhir tahun 2016, 43 persen di antaranya di sektor pembayaran dan
peer-to-peer lending." sebut Amir di Jakarta Kamis (2/1).
"Dari sisi regulator, baik Bank Indonesia dan Otoritas
Jasa Keuangan, telah meluncurkan banyak inisiatif untuk mengamankan ekosistem
fintech, seperti POJK, PBI PTP dan BI Fintech Office," tambahnya.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan
investasi yang digelontorkan pada sektor fintech sampai tahun 2018 nanti
mencapai angka 8 miliar dollar AS.
Jasa peer-to-peer lending, disebut sebagai yang
banyak dilirik. Masyarakat bisa memanfaatkannya karena penawaran sistem
pinjaman kredit yang lebih bersahabat dengan banyaknya variasi cicilan yang
dapat dipilih, dibandingkan dengan bank konvensional.
Menjamurnya startup fintech ini secara tak langsung membuat
perusahaan bank putar otak agar jasa pinjaman mereka tak tergerus. Belakangan,
diketahui bank mempermudah proses pinjaman dari warga sebagai salah satu
strategi bersaing dengan fintech.
Dalam riset ini DailySocial juga melakukan survei terhadap
para investor soal rencana mereka setahun mendatang. Sebanyak 60 persen
responden investor itu mengatakan fintech akan menjadi investasi tren
berikutnya di 2017, diikuti dengan sektor Software as a Service (Saas) sebesar
20 persen, dan e-commerce sebesar 10 persen.
Di sektor e-commerce, menurut laporan DailySocial,
diprediksi masih mendapatkan perhatian dari para investor selama 2017 karena
mulai terlihat adanya tren baru untuk menjual barang yang spesifik dan
mengincar segmen khusus.
"Beberapa investor cukup optimis sama e-commmerse
karena mereka melihat tren startup e-commerce ke depan mulai mengarah menjual
barang secara spesifik, bukan lagi menjual segala macam," sebut CEO
DailySocial Rama Mamuaya.
DailySocial merilis laporan ini untuk memberikan gambar
besar mengenai posisi Indonesia dari sudut pandang ekosistem startup dan
menganalisis beberapa potensi pertumbuhan yang diharap bisa membantu para
pelaku startup, korporasi, investor dan juga regulator. (sumber https://kumparan.com).

No comments:
Post a Comment