Tuesday, 25 April 2017

FINTECH : Inovasi baru dalam Layanan Keuangan Digital di Masa Depan

 
inspirasi kaskus.co.id


National Digital Research Centre di Dublin, Irlandia mendefinisikan financial technology atau fintech sebagai:

“innovation in financial services” atau “inovasi dalam layanan keuangan”. Definisi tersebut memiliki pengertian yang sangat luas, perusahaan fintech dapat menyasar
segment perusahaan (B2B) maupun ritel (B2C).

FinTech memiliki banyak jenis, antara lain startup pembayaran, peminjaman (lending), perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan (crowdfunding), remitansi, dan riset keuangan.



Bisnis e-commerce dan fintech di Indonesia menjadi dua sektor digital yang paling banyak mendapatkan suntikan dana dari investor sepanjang tahun 2016. Tetapi untuk tahun 2017 nanti, fintech diprediksi akan jadi sektor terpopuler mengalahkan e-commerce.
Prediksi ini dirilis oleh blog teknologi DailySocial berdasarkan laporan terbaru mereka, "Indonesia's Tech Startup Report 2016." 

"Peluang Usaha Bayar-bayar dan menguntungkan"
clik disini...

DailySocial berpendapat investor mulai melirik industri fintech karena ekosistemnya terus meningkat sejak berdirinya Asosiasi Fintech Indonesia di tahun 2015. Ditambah, pemerintah kini mulai turun tangan mendukung dan menjaga ekosistem industri satu ini.
Editor in Chief DailySocial, Amir Karimuddin, memaparkan hasil riset Asosiasi Fintech Indonesia yang menyatakan bahwa pertumbuhan pemain fintech yang terdeteksi selama dua tahun terakhir mencapai 78 persen. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan periode 2013 dan 2014 yang hanya tumbuh 9 persen dibandingkan 2011 dan 2012.

"Sekarang ada sekitar 140 pemain startup fintech tercatat di akhir tahun 2016, 43 persen di antaranya di sektor pembayaran dan peer-to-peer lending." sebut Amir di Jakarta Kamis (2/1).
"Dari sisi regulator, baik Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, telah meluncurkan banyak inisiatif untuk mengamankan ekosistem fintech, seperti POJK, PBI PTP dan BI Fintech Office," tambahnya.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan investasi yang digelontorkan pada sektor fintech sampai tahun 2018 nanti mencapai angka 8 miliar dollar AS.
Jasa peer-to-peer lending, disebut sebagai yang banyak dilirik. Masyarakat bisa memanfaatkannya karena penawaran sistem pinjaman kredit yang lebih bersahabat dengan banyaknya variasi cicilan yang dapat dipilih, dibandingkan dengan bank konvensional.
Menjamurnya startup fintech ini secara tak langsung membuat perusahaan bank putar otak agar jasa pinjaman mereka tak tergerus. Belakangan, diketahui bank mempermudah proses pinjaman dari warga sebagai salah satu strategi bersaing dengan fintech.

Dalam riset ini DailySocial juga melakukan survei terhadap para investor soal rencana mereka setahun mendatang. Sebanyak 60 persen responden investor itu mengatakan fintech akan menjadi investasi tren berikutnya di 2017, diikuti dengan sektor Software as a Service (Saas) sebesar 20 persen, dan e-commerce sebesar 10 persen.
Di sektor e-commerce, menurut laporan DailySocial, diprediksi masih mendapatkan perhatian dari para investor selama 2017 karena mulai terlihat adanya tren baru untuk menjual barang yang spesifik dan mengincar segmen khusus.

Anda ingin berdagang BITCOIN, bisnis uang digital terbarukan
*** CEK DISINI ***
"Beberapa investor cukup optimis sama e-commmerse karena mereka melihat tren startup e-commerce ke depan mulai mengarah menjual barang secara spesifik, bukan lagi menjual segala macam," sebut CEO DailySocial Rama Mamuaya.

DailySocial merilis laporan ini untuk memberikan gambar besar mengenai posisi Indonesia dari sudut pandang ekosistem startup dan menganalisis beberapa potensi pertumbuhan yang diharap bisa membantu para pelaku startup, korporasi, investor dan juga regulator. (sumber https://kumparan.com).

No comments:

Post a Comment

AKU YA AKU, INILAH AKU

Bissmillahirrahman nirrahiim, Assalamualaikum, perkenalkan nama ku Dedi Saputra, aku kelahiran 1983. Aku tulisan ini karena lagi penuh kegal...