Monday, 19 November 2018

Kelemahan dan Kelebihan Dropshipper

Dropship adalah sebuah metode jual beli online di mana penjual tidak melakukan stok barang ataupun proses pengiriman. Dalam sistem ini, akan sangat dibutuhkan seorang supplier/reseller sebagai pemasok barang. Penjual/dropshipper akan memajang foto-foto barang dagangan supplier/reseller di website ecommers seperti (bukalapak, shopee dan tokopedia atau akun media sosial sebagai tempat berjualan.
Serta pelaku sistem ini yang sering di sebut sebagai Dropshipper/ Dropshipping. Mungkin dulunya dikenal dengan bahasa awamnya "Wakil atau Pakang".


Sistem Dropship ini melibatkan 3 (tiga) unsur : 
1. Dropshipping = Sipenjual yang tidak memiliki barang/ Wakil penjual produk reseller;
2. Reseller = Supplier Pemilik Barang/ penjual langsung; dan
3. Konsumen = Pembeli

1. Dropshipping
Memajangkan prodak/barang yang telah di ambil fotonya sesuai dengan produk yang ada di toko Reseller baik melalaui toko online atau toko offline. Serta dropshipper menaikkan harga barang kisaran 10-40% dengan deskripsi yang sama. Jika ada pembelian/ order barang dari pembeli atas produk yang di pajangnya di situs ecommers atau media sosial, maka Dropshipper memesan kepada Reseller dengan modal sendiri dulu, dengan syarat si pembeli telah membayar atau menyerahkan uang  serta ongkir pembeliannya terlebih dahulu. Setelah barang dikirim, tugas Dropshipper memberi tahu pembeli Kode Resi pengiriman, sebagai pelacakan bukti sah pengiriman.

2. Reseller/Supplier
Tugas reseler mengepak barang yang telah di pesan oleh Dropshipper dan telah dibayar dimuka, dikirim ke alamat pembeli langsung atau dropshipper itu sendiri.

3. Pembeli
Si pembeli memesan produk kepada Dropshipper/ penjual secara tidak langsung.
Proses inilah yang disebut dengan Dropship, penjualan ptoduk secara online dimana uang serta ongkirnya dibayarkan terlebih dahulu sebelum barang datang.

KELEMAHAN SISTEM DROPSHIP
Setiap sistem pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Kita ulas ada beberapa kelemahan penjualan online secara sistem Dropship : 
- Tidak memiliki produk sehingga tidak tau jumlah stok yang Ready/ tersedia serta variannya;
- Selisih harga barang, dikarenakan pihak Reseller telah mengupgrade produknya pelaku Dropship tidak mengetahuinya dan terjadi pembatalan order;
- Jika Dropshipper memajang produknya di ambil lebih dari satu Reseller maka akan kesulitan menerima order dari pembeli yang telah memesan lebih dari satu produk dalam satu pemesanan, sedangkan ongkirnya selisih, sehingga terjadi lagi pembatalan order; 
- Menunggu Resi pengiriman yang lama keluar dari pihak Reseller. Jika sudah 2x24 jam tidak dimasukkan Resinya maka order dari pembeli akan batal secara otomatis, sehingga terjadi barang terkirim dari reseller yang telah dipesan oleh Dropshipper, si dropshipper tidak mendapatkan uangnya dari pembeli kareana waktu memasukkan kode resi telah habis. Ini sering terjadi pada sistem dropship di situs ecommers;
- ini yang paling penting, tidak mendapatkan izin dari Reseller sehingga order produk dari Dropshipper tidak dilayani/ dibatalkan;
- Tidak dapat mengaktifkan semua jasa kirim, yang di suport oleh sistem Dropship hanya JNE. Karena bisa memasikkan kode resi secara manual (bagi sustem jual online di situs ecommers);
- Memasukkan produk harilus sesuai kategori/ketentuan, jika tidak maka produk akan diblokir atau di hapus;
- HATI-HATI Upload produk dari Reseller, sering terjadi di kalangan dropship main upload seenaknya tanpa melihat performa toko. Perlu diperhatikan juga batas waktu tunggu pengiriman Bukalapak 2x24 jam, Tokopedia 2x24 jam dan Shopee 3x24 jam. Nah ini potensi masalah, mengupload produk dari Reseller di Shopee (contoh) pajang ke toko di Bukalapak, terjadi perbedaan 1 hari untuk nunggu kode resi pengiriman barang di input. Coba bayangkan sendiri.

KELEBIHAN SISTEM DROPSHIP
- Tidak perlu menyetok barang/ produk;
- Tidak perlu peking/ pengemasan produk;
- Dapat mengambil keuntungan dari selisih harga jual;
- Tidak perlu membuat toko riil/ ruko;
- Tidak perlu membuat situs atau blog sendiri, cukup buka akun di ecommers tersebut;
- Tidak perlu memanatu perkembangan produk, karena otomatis terlacak;
- Tidak cemas dibayar apa tidak, karena sistem bayar dulu baru kirim. Setelah sampai produknya, uang akan masuk ke akun Dropshipper;
- Tidak perlu ptomosi sana sini, karena otomatis muncul dalam pencarian produk;

Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Tapi yang perlu di ingat, setiap pekerjaan apapun memiliki resiko. Cuma saja resikonya bermacam-macam ada resiko rendah, sedang dan tinggi. Dengan keuletan, ketekunan serta semangat yang kuat apapun yang kita impikan suatu saat akan terwujud.

Wasslam. dsp.

No comments:

Post a Comment

AKU YA AKU, INILAH AKU

Bissmillahirrahman nirrahiim, Assalamualaikum, perkenalkan nama ku Dedi Saputra, aku kelahiran 1983. Aku tulisan ini karena lagi penuh kegal...